"Bagaimana, Lucky?" Seorang wanita paruh baya yang cantik memasuki ruang kerja Lucky dan menghampiri. Acara makan besar mereka sudah berakhir sejak setengah jam lalu. Dan sejak setengah jam keluarga mereka sudah pada pulang, termasuk Djonas dan Tante Irma. Lucky yang baru saja selesai berteleponan dengan orang suruhannya yang menyamar menjadi supir taksi, menoleh. Dia meletakkan ponselnya di atas meja kerja. "Barusan aku suruh orang nyamar jadi supir taksi buat jemput dia," beitahu Lucky, menatap mamanya yang kini berdiri di sampingnya. "Lalu?" Laras lalu berjalan ke depan, duduk di hadapan anaknya. "Semuanya udah aku atur. Mama tenang aja."Laras mengangguk-angguk. "Okey. Mama percaya sama kamu.""Tapi, Ma," lanjut Lucky, wajahnya tampak khawatir. "Tante Irma kayaknya nggak suka aku sama Laura, sejak dia dengar dari omongan Om Anton kalau Laura perempuan panggilan. Ma, ini sama aja kayak menghancurkan nama baik aku, nama baik keluarga kita. Kalau sampai mereka tahu siapa calon is
Last Updated : 2026-02-08 Read more