Langkah-langkah tergesa memenuhi lorong penginapan atlet. Roger, Billy, Richard, Reno, dan Seno sudah lebih dulu bergerak keluar kamar Rania. Para gadis berpencar cepat, membawa peralatan dan pesan ke titik-titik yang sudah ditentukan. Suasana berubah tegang, bukan lagi kepanikan, melainkan kesiagaan terlatih. Nathan baru saja hendak melangkah keluar ketika sebuah tangan menarik lengannya. Pelan, namun penuh urgensi. Nathan menoleh. ‘Elvira.’ Wajah gadis itu masih pucat. Handuk melilit tubuhnya, rambutnya masih sedikit lembap. Namun sorot matanya tajam, seolah ia baru saja mengambil sebuah keputusan besar. “Hati-hati,” ucapnya pelan. Nathan berhenti sepenuhnya. “Ada apa, Elvira?” Elvira menelan ludah. Jemarinya mencengkeram lengan Nathan sedikit lebih kuat. “Hati-hati dengan kapten tim MIU A,” katanya cepat. “Dia itu Stuart, sepupuku. Dia yang merancang rencana balas dendam ini, dan target utamanya adalah kau. Sepertinya… dendamnya padamu jauh lebih besar dari yang
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-02-03 อ่านเพิ่มเติม