Home / Fantasi / Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz / Bab 171. Riak Setelah Tepuk Tangan

Share

Bab 171. Riak Setelah Tepuk Tangan

last update publish date: 2026-02-01 06:53:30

Sorak sorai perlahan mereda, berganti dengan dengung suara langkah kaki dan gesekan sepatu di lantai arena. Lampu-lampu masih menyala terang, tapi atmosfernya telah berubah. Ketegangan pertandingan telah ditinggalkan di lapangan, menyisakan kelelahan yang jujur di tubuh para pemain.

UNS A berjalan menuju bench dengan ritme tenang. Tidak ada lompatan kegirangan. Tidak ada teriakan kemenangan. Hanya napas berat, botol air yang diteguk dalam-dalam, dan tepukan singkat di bahu satu sama lain.

Nat
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 396. Lahap

    Semua orang di sekitar medan pertempuran mendadak terdiam. Kuali Emas Shandong kini melayang tenang di sisi Nathan, memancarkan cahaya emas lembut yang berbeda jauh dari sebelumnya. Jika tadi aura yang keluar terasa liar dan menekan, sekarang aura itu justru terasa hangat dan sejuk, seolah artefak tersebut akhirnya menemukan tempat yang benar-benar cocok untuknya. Bahkan angin di sekitar Nathan mulai berubah lembut. Cahaya emas tipis berputar mengelilingi tubuhnya, membuat sosoknya terlihat semakin misterius. Raja Raksasa Ilusi membelalak tidak percaya. "Itu tidak mungkin..." gumamnya lirih. Ia sudah menggunakan artefak itu selama beberapa waktu, namun benda tersebut tidak pernah menunjukkan reaksi seperti sekarang. Tidak pernah terasa hidup. Tidak pernah memperlihatkan emosi. Namun saat berada di tangan Nathan... Kuali itu justru terlihat seperti makhluk hidup yang merasa nyaman berada di dekat tuannya. Ravina memandang pemandangan itu dengan mata berbinar kecil

  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 395. Kuali yang Menemukan Tuannya

    Langit di atas Negara Lunar terus berguncang hebat. Pertarungan antara Nathan dan Raja Raksasa Ilusi telah mencapai titik yang bahkan sulit dipahami oleh para kultivator biasa. Setiap benturan energi menciptakan ledakan besar yang mengguncang bumi hingga puluhan kilometer jauhnya. Boom! Nathan mundur beberapa langkah di udara setelah menerima hantaman telapak tangan raksasa yang diperkuat aura ilusi. Di sisi lain, Raja Raksasa Ilusi juga terpental akibat pukulan Nathan yang menghancurkan lapisan pertahanan energinya. Keduanya kembali menjaga jarak. Napas Raja Raksasa Ilusi mulai berat, namun wajahnya justru dipenuhi kegembiraan liar. "Bagaimana?" ejeknya sambil tertawa keras. "Sekarang kau mulai merasakan kekuatan artefak kuasi suci ini?" Aura emas dari Kuali Shandong terus mengalir ke tubuhnya. Meski ia tidak memahami fungsi asli artefak tersebut, energi yang dipancarkan kuali itu tetap memberikan peningkatan luar biasa pada kekuatannya. Bahkan Nathan harus mengakui... Peni

  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 394. Warisan Tiga Tokoh Legendaris

    Tatapan Nathan masih tertuju pada Kuali Emas Shandong di tangan Raja Raksasa Ilusi. Namun berbeda dengan yang lain yang memandang artefak itu dengan rasa takut atau keterkejutan, Nathan justru memandangnya dengan ketertarikan mendalam. Karena ia tahu persis... Benda itu bukan sekadar artefak kuasi suci biasa. Ingatan Nathan perlahan kembali pada masa lalu, tepat setelah dirinya sadar dari koma panjang beberapa waktu lalu. Saat itu tubuhnya masih lemah, pikirannya kacau, dan ia bahkan belum memahami sepenuhnya perubahan besar yang terjadi dalam hidupnya. Namun pada hari itulah... Santo Kesadaran muncul. Tidak banyak yang diucapkan sosok misterius itu. Ia hanya menitipkan sebuah kitab kuno kepada Ravina sebelum menghilang tanpa jejak. Kitab itu tampak biasa. Tidak memancarkan aura mengerikan. Tidak juga terlihat seperti harta langka. Namun ketika Nathan membukanya... Ia menyadari bahwa nilai kitab tersebut mungkin jauh melampaui artefak apa pun di dunia ini. Karena isi kita

  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 393. Legenda Sang Dewa Obat

    Ucapan Ravina membuat seluruh area mendadak sunyi. "Kuali Emas Shandong." Nama itu menggema pelan di tengah reruntuhan medan pertempuran, namun efeknya jauh lebih besar daripada ledakan apa pun sebelumnya. Bahkan Raja Raksasa Ilusi ikut mengernyit sesaat. Nathan menoleh ke arah Ravina, begitu pula Irish, Laqisha, Nasha, Maggie, Rabik, hingga anggota Organisasi Ular Putih yang masih mampu berdiri. Mereka semua menatap gadis naga itu dengan ekspresi berbeda-beda. Terkejut. Tidak percaya. Dan bingung. "Kau mengenali benda itu?" tanya Irish pelan. Ravina mengangguk perlahan, matanya tetap tertuju pada kuali emas di tangan Raja Raksasa Ilusi. "Itu memang Kuali Emas Shandong." Nada suaranya kali ini jauh lebih serius. Nama itu bukan nama sembarangan. Semua orang yang pernah mempelajari dunia kultivasi pasti pernah mendengarnya, setidaknya sebagai legenda. Kuali Shandong. Artefak yang selalu dikaitkan dengan sosok legendaris yang dikenal sebagai Dewa Obat. Konon, sang Dewa O

  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 392. Artefak Kuasi Suci, Kuali Emas Shandong

    Tanah di sekitar markas sementara Organisasi Ular Putih sudah hancur total. Debu berterbangan dan retakan besar memenuhi permukaan bumi, sementara sisa-sisa bangunan runtuh akibat benturan energi yang terus terjadi sejak pertarungan dimulai. Udara dipenuhi debu dan tekanan spiritual yang membuat para anggota Ular Putih bahkan kesulitan bernapas. Di tengah kawah raksasa, Raja Raksasa Ilusi perlahan bangkit. Tubuh besarnya dipenuhi luka. Jubahnya robek di beberapa bagian, sementara darah hitam terus mengalir dari sudut bibirnya. Napasnya terdengar berat, jelas berbeda dengan kesombongan yang ia tunjukkan sebelumnya. Sebaliknya, Nathan masih berdiri tenang di udara. Aura Kaisar Suci tahap puncaknya terus menekan seluruh area tanpa ampun. Bahkan tanpa bergerak, tekanan yang ia pancarkan sudah cukup membuat sebagian besar musuh kehilangan keberanian untuk mendekat. Raja Raksasa Ilusi mengangkat kepalanya perlahan. Tatapannya dipenuhi ketidakpercayaan. "Bagaimana mungkin..

  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 391. Naluri Seorang Pengecut

    Dalam sekejap, bentrokan terjadi... Ledakan demi ledakan mengguncang langit Negara Lunar. Nathan dan Raja Raksasa Ilusi telah berpindah ke udara sejak bentrokan pertama mereka dimulai. Energi yang bertabrakan menciptakan gelombang kejut besar yang membuat awan tercerai-berai dan tanah di bawah mereka terus bergetar. Boom! Sebuah tinju raksasa menghantam ruang kosong. Langit retak. Namun Nathan sudah menghilang dari tempatnya. Kecepatan geraknya terlalu cepat untuk ditangkap mata biasa. Bahkan para kultivator tingkat tinggi di bawah hanya mampu melihat bayangan samar yang terus berpindah di antara kilatan cahaya dan ledakan energi. Raja Raksasa Ilusi menggeram marah. Puluhan ilusi dirinya muncul bersamaan, memenuhi langit dari segala arah. Setiap sosok memancarkan aura yang sama kuatnya, membuat sulit membedakan mana tubuh asli dan mana tipuan. Namun Nathan tetap tenang. Matanya bersinar samar. Kemudian... Satu langkah. Tubuhnya melesat lurus menembus seluruh

  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 222. Panggung yang Mengubah Segalanya

    Sorotan lampu aula utama menyinari panggung final Olimpiade Akademik dengan cahaya putih yang tajam. Ribuan pasang mata tertuju pada dua nama yang sejak awal sudah menjadi pusat perhatian. Nathan. Nasha. Keduanya berdiri di meja masing-masing, berhadapan dengan soal terakhir yang menentukan s

    last updateLast Updated : 2026-04-03
  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 229. Kemunculan Mata Iblis

    Langkah Nathan akhirnya berhenti di sebuah lapangan kosong di pinggir kota. Lampu-lampu jalan di sekitarnya redup, angin malam berembus pelan, membawa hawa dingin yang tak biasa. Batu Petir Surgawi di pinggangnya bergetar halus, seolah merespons sesuatu yang tak kasat mata.“Sudah cukup mengikutiku

    last updateLast Updated : 2026-04-03
  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 223. Korban Darah Raksasa yang Gagal Menyatu

    Olimpiade Akademik akhirnya resmi ditutup. Sorotan lampu dimatikan, spanduk diturunkan, dan para peserta kembali ke kota masing-masing dengan cerita kemenangan dan kebanggaan. Tawa dan perayaan memenuhi perjalanan pulang. Nama Nathan dan Nasha menjadi bahan pembicaraan hangat di berbagai sudut.

    last updateLast Updated : 2026-04-03
  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 209. Detik-detik Kehancuran

    Retakan itu tidak berhenti. Ia tidak melambat. Ia menyebar. Garis cahaya yang muncul dari dada Lubert kini menjalar ke lehernya. Kulit batu yang tadi tampak kokoh berubah seperti dinding tua yang tak lagi mampu menahan tekanan dari dalam. Napasnya berat. Tidak teratur. Siluet raksasa di belak

    last updateLast Updated : 2026-04-02
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status