Home / Fantasi / Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz / Bab 174. Musuh yang Memberi Rasa Aman

Share

Bab 174. Musuh yang Memberi Rasa Aman

last update publish date: 2026-02-02 06:16:23

Pertarungan di jembatan itu belum sepenuhnya berakhir.

Roger dan Richard bergerak tanpa suara berlebihan. Setiap pukulan tepat sasaran, setiap tendangan bersih dan efisien. Reno dan Seno menutup sisi jembatan, memastikan tak ada satu pun yang bisa kabur atau menyerang dari belakang.

Billy berjaga di dekat Elvira, tubuhnya setengah menghalangi. Sementara itu, Nathan tetap berdiri dengan Elvira yang tidak sadarkan diri berada di pelukannya. Ia tidak bergerak banyak, tidak bicara, namun justru
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 286. Latihan Intensif Nathan dan Kepulangan Para Gadis

    Dimensi kecil itu kembali sunyi. Tidak ada suara. Tidak ada kehadiran lain. Hanya Nathan… seorang diri. Ia berdiri di tengah ruang pelatihan, menatap kehampaan di sekelilingnya. Untuk beberapa saat, tubuhnya tidak bergerak, seolah semua yang baru saja terjadi masih tertinggal di dalam pikirannya. Tatapan kosong Rania… kata-kata itu… masih terngiang dengan jelas, seolah terus mengulang tanpa henti di benaknya. Nathan menutup matanya perlahan, menarik napas panjang, lalu menghembuskannya dengan tenang. Sekali. Dua kali. Hingga emosinya benar-benar mereda, meninggalkan hanya ketenangan yang dingin. Saat matanya terbuka kembali, tidak ada lagi keraguan. Yang tersisa hanyalah tekad yang semakin menguat. “Aku tidak punya waktu untuk larut dalam hal seperti ini…” gumamnya pelan. “Aku harus menyelesaikan semuanya dengan cepat.” Langkahnya maju. Aura di tubuhnya perlahan berubah, menjadi lebih padat dan lebih fokus dari sebelumnya. Tak jauh darinya, pria tua itu m

  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 285. Perpisahan Tanpa Kesedihan

    Hari itu, Nathan berjanji pada dirinya sendiri. Dia akan mengulang setiap momen yang ia lalui bersama Rania sekali lagi, kembali membuatnya jatuh cinta, sampai seolah tidak pernah satu pun dari memori Rania terhapus. Janji itu tidak diucapkan dengan lantang, namun tertanam dalam-dalam di hatinya. Sebuah tekad yang tidak akan goyah oleh apa pun. Kemudian pria tua itu menyela pembicaraan mereka. “Sekarang sudah waktunya kalian berempat kembali ke Bumi Tengah.” Suaranya tenang, namun tegas, seolah tidak memberi ruang untuk penolakan. “Berempat?” tanya Ravina, sedikit terkejut. “Ya, kalian berempat akan kembali, tapi tidak dengan Nathan.” Pria tua itu melanjutkan dengan nada datar. “Dia akan tetap di sini untuk berlatih, sesuai aturan yang aku jelaskan pertama kali. Jika dia berhasil menyelesaikan latihannya sampai tahap ketiga, maka secara otomatis dimensi ini akan terhapus dan dia akan kembali ke dunia kalian di Bumi Tengah.” Dia berhenti sejenak, lalu menatap mere

  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 284. Tatapan Asing Penuh Keraguan

    Waktu terasa berjalan lebih lambat dari biasanya. Di dalam ruang pelatihan, Nathan berdiri diam, menatap bayangan yang diproyeksikan di hadapannya. Sosok itu... Rania. Dia sudah bangun. Namun sesuatu terasa berbeda. Tatapan itu... kosong. Tidak ada kehangatan yang biasa ia lihat. Tidak ada senyum kecil yang selalu muncul tanpa sadar. Hanya kehampaan yang terasa asing dan menusuk. Seolah seseorang telah menghapus bagian terpenting dari dirinya. Bukan hanya ingatan… tetapi juga semua jejak perasaan yang pernah ada di dalamnya. Nathan mengepalkan tangannya perlahan. Jari-jarinya bergetar, menahan gejolak emosi yang mencoba keluar tanpa izin. Dadanya terasa sesak, namun dia tidak bergerak. Tidak langsung. Dia terus menatap bayangan itu, berharap... berharap ada perubahan sekecil apa pun. Namun tidak ada. Hanya tatapan kosong itu yang terus menatap ke depan tanpa arti. Akhirnya, langkah kakinya bergerak. Tanpa berkata apa-apa, dia keluar dari r

  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 283. Ingatan Rania yang Hilang

    Setelah menyelesaikan semua urusan itu, Ravina segera pergi meninggalkan kediaman keluarga Aolong yang sudah dipenuhi darah di mana-mana. Jejak kehancuran dan aroma besi yang pekat masih menggantung di udara, seolah menjadi saksi bisu atas pembantaian yang baru saja terjadi. Dendam keluarganya akhirnya terbalaskan. Ravina bukanlah orang jahat tanpa belas kasih, namun semua pembalasan yang didapatkan oleh keluarga Aolong memanglah hal yang pantas atas segala kejahatan yang telah mereka lakukan. Terlebih lagi, Nara tidak melakukan kejahatan itu sendirian. Seluruh garis keturunan keluarga Aolong juga turut terlibat dan mendukungnya. Tak satu pun dari mereka benar-benar tidak bersalah. Setelah Ravina sampai, pria tua itu sudah berdiri menunggunya, menyambutnya dengan senyum tipis yang mengandung kepuasan dan pujian yang tersirat. “Kau memang layak menjadi ratu klan naga kuno berikutnya. Ketegasan dan setiap perhitungan cermat dalam tindakanmu akan menjadi penunjang yang sang

  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 282. Balas Dendam Ravina

    Nara merasa marah dan bingung. Dia tidak bisa membayangkan siapa orang yang berani menyusup ke dalam kediaman keluarganya dan membuat kekacauan sebesar ini. Amarahnya bercampur dengan kegelisahan yang perlahan mulai merayapi hatinya. Saat dia masih sibuk menoleh ke sekeliling dan mencoba mencari keberadaan penyusup itu, tiba-tiba suara teriakan kesakitan Raka terdengar di belakangnya. Suara itu begitu tajam, seolah merobek udara. Nara dengan cepat berlari keluar, dan mendapati seseorang sedang menginjak dada putranya. Tekanan kaki itu begitu kuat hingga tanah di bawah tubuh Raka retak. Sedangkan Raka sudah terbaring di antara puing-puing bangunan itu, dan darah mengucur deras dari mulutnya. Tubuhnya gemetar, napasnya tersengal. “S-siapa kau? Beraninya kau menyusup ke kediaman keluarga Aolong, mengganggu ritual penting, dan melukai putraku.” Nara menatap sosok itu dengan mata tajam penuh kemarahan. Namun di balik tatapan itu... terselip rasa takut yang mulai muncul.

  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 281. Buah Persik Bijak

    Anehnya, di mata orang lain mereka hanya melihat tiga gadis yang sedang terbang bersama. Namun nyatanya, sang pria tua juga sebenarnya tak pernah meninggalkan sisi mereka. Seolah pria itu sengaja menampakkan dirinya pada beberapa orang saja, dan bersembunyi dari beberapa yang lainnya. Bahkan keberadaannya terasa seperti bayangan yang tidak bisa disentuh, namun selalu ada di dekat mereka. Perjalanan mereka berlangsung cepat. Dalam waktu yang relatif singkat, mereka sudah tiba di halaman luar kediaman keluarga Aolong. Aura tekanan dari kediaman itu sudah terasa bahkan sebelum mereka benar-benar mendekat. Pria tua itu berhenti beberapa puluh meter dari gerbang utama kediaman keluarga Aolong. Dia berkata dengan santai. “Mulai dari sini, aku tidak bisa ikut campur urusan ini. Aku hanya boleh jadi penonton.” Nada suaranya ringan, seolah apa yang akan terjadi setelah ini bukan sesuatu yang berbahaya. Pria tua itu mendarat perlahan dan mengambil sesuatu dari lengan bajunya. Para ga

  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 137. Menjalankan Misi

    "Tentu saja aku akan membawamu pergi," ucap Laqisha yakin. "Benar kan, ayah?" "Tentu saja, kau boleh membawanya." Rabik berhenti sebentar, kemudian tersenyum dan melanjutkan, "Jika kau bisa membuktikan bahwa dirimu berguna, bukan hanya putriku, tapi aku juga akan mengangkatmu menjadi putriku." "

    last updateLast Updated : 2026-03-27
  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 143. Merebut Kembali Aula Penghakiman

    Benteng itu masih sama seperti dulu, tetapi auranya kini berbeda. Lebih dingin. Lebih ketat. Semua orang bersiaga penuh. “Penjagaan lebih tebal,” gumam Nasha sambil mengamati pergerakan para penjaga di menara. “Mereka benar-benar siap bertempur.” Nathan mengangguk pelan. “Berarti kita

    last updateLast Updated : 2026-03-27
  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 146. Rayuan Fire Phoenix yang Manipulatif

    Lorong belakang markas League of Assassins terasa sunyi dan dingin. Api obor bergoyang pelan, memantulkan bayangan panjang di dinding batu. Laqisha berdiri beberapa langkah di depan Nathan, sementara Maggie masih terlihat kebingungan di sampingnya. Sorot mata Laqisha berubah lembut saat menat

    last updateLast Updated : 2026-03-27
  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 150. Sang Raja yang Menyerahkan Tahta

    Beast Mountain perlahan kembali tenang. Aula utama League of Assassins telah bersih dari darah, namun bau besi masih menggantung di udara. Para petinggi berdiri berjajar, menunduk pada satu sosok di tengah ruangan. Nathan Ferdian. Ra’s Al Qatili yang baru. Namun… tak satu pun dari mereka

    last updateLast Updated : 2026-03-28
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status