“Salam hormat, Tuan Pemimpin Sekte. Nama saya Nathan Ferdian.” Kalimat itu sederhana, namun begitu nama itu diucapkan, suasana di dalam aula kembali berubah. Tatapan Dylan sedikit bergetar, lalu berubah secara perlahan, seolah ada sesuatu yang lama terkubur tiba-tiba terdorong ke permukaan. Untuk pertama kalinya, emosi yang sulit dijelaskan muncul di matanya. “Tunggu,” ucapnya pelan namun tegas, “apa kau datang dari Bumi Tengah?” Keheningan kembali jatuh. Beberapa orang langsung saling memandang, mencoba memahami arah pembicaraan ini. Namun Dylan belum selesai. “Apa hubunganmu dengan Norman Ferdian?” Deg. Untuk sesaat, Nathan benar-benar terdiam. Alisnya sedikit berkerut, bukan karena takut, tetapi karena ia tidak menyangka nama itu disebut dengan begitu langsung oleh seseorang di tempat ini. Nama yang sangat ia kenal, nama ayahnya. Namun ia tetap menjaga ketenangan, lalu menjawab dengan suara stabil, “Norman Ferdian adalah ayah saya. Bagaimana Anda bisa mengenal ayah sa
Read more