Tubuh Raksasa Angin telah lenyap. Namun ruang di sekitarnya… masih menyisakan jejak kehancuran. Suasana hening... Tidak ada pergerakan. Bahkan angin seolah enggan bertiup. Tujuh pasang mata tertuju pada satu titik. Tempat di mana Raja Raksasa Angin… baru saja menghilang. Tanpa perlawanan. Tanpa kesempatan. Dia lenyap begitu saja... seolah tak pernah ada. Nathan berdiri di sana. Tenang. Diam. Seolah semua yang terjadi… hanyalah hal sepele. Pergerakan pertama datang dari sisi kanan. “Cukup sudah! Dasar manusia keparat, berani sekali kau menghancurkan salah satu dari kami.” “Sekarang terimalah kematianmu.” Suara berat itu menggema. Raja Raksasa Batu melangkah maju. Tanah bergetar di setiap pijakannya. Tubuhnya yang besar berlapis batu kasar memancarkan tekanan brutal. Berat. Kasar. Dan tanpa ragu. “Kau pikir kami akan diam saja?!” Boom!! Tinju besarnya menghantam tanah. Retakan menyebar cepat. Dalam satu gerakan, tubuhnya melesat ma
Baca selengkapnya