Di sudut aula resepsi yang sedikit lengang, Alicia baru saja menghela napas lega setelah berhasil memastikan Arabella menghabiskan sup jagungnya dan kini tengah asyik bermain bersama pengasuhnya di area bermain anak. Namun, baru saja Alicia ingin melangkah menuju meja minuman, sebuah lengan kokoh tiba-tiba melingkar santai di pinggang rampingnya dari belakang.Aroma parfum maskulin yang sangat familier langsung menguar, membuat Alicia tidak perlu berbalik untuk tahu siapa pelakunya."Capek, hm?" bisik Devan dengan suara baritonnya yang rendah, sengaja menumpukan dagunya di bahu Alicia. Pria itu bertingkah sangat manja, menempel ketat seolah tidak peduli bahwa mereka sedang berada di tengah ratusan tamu undangan."Devan, ih! Lepas dulu, dilihat orang malu," cicit Alicia dengan pipi yang mendadak merona merah. Ia mencoba melepaskan tangan Devan, namun pria itu justru semakin mengeratkan pelukannya, menghirup aroma wangi dari tengkuk Alicia dengan gemas."Biarkan saja, semua orang sedang
Terakhir Diperbarui : 2026-07-08 Baca selengkapnya