"Sofia, maafkan aku. Aku mohon, beri aku kesempatan satu kali lagi." Tonny berusaha mengeraskan suaranya agar Sofia tidak pergi dan mendengar ucapannya. Namun nyatanya, wanita itu tidak menghentikan langkah kakinya. Ia tetap saja berjalan meninggalkan ruangan. "Rayan, Alicia, maafkan papi. Papi mohon, beri papi kesempatan satu kali lagi."Tonny memanggil kedua anaknya. Rayan dan Alicia, berjalan di belakang Sofia sambil berpegangan tangan. "Rayan, tolong bebaskan papi dari sini. Papi tidak sanggup di sini nak. Papi mohon, papi ingin keluar dari sini." Tonny memanggil putra sulungnya. Namun sayang Rayan tidak menoleh. Melihat sikap Rayan yang seperti ini, ia sangat kecewa. "Rayan, papi sangat menyayangimu. Papi selalu memberikan yang terbaik untuk mu. Papi mohon, bebaskan papi dari sini." Rayan menoleh ke belakang dan kemudian tersenyum. "Bersyukur kau ada di sini, jika kau keluar dari tahanan, aku yakin, kau tidak akan bisa hidup lama." Bulu kuduk Tonny merinding saat melihat s
Terakhir Diperbarui : 2026-06-03 Baca selengkapnya