Thomas sedikit tersenyum, perlahan menyesap kopi buatan Sofia hingga tandas tak bersisa. Setelah cangkir itu berdenting pelan di atas tatakan, Thomas melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan hampir pukul dua belas malam.Dengan berat hati, pria matang itu akhirnya berdiri. "Sudah larut. Aku harus pulang sekarang, Sofia. Aku tidak mau membuat tetanggamu berpikir yang tidak-tidak tentang calon istriku."Sofia tersenyum lega, ikut berdiri untuk mengantarkan Thomas sampai ke pintu depan. "Iya, hati-hati di jalan, Thomas. Terima kasih untuk kopinya... maksudku, terima kasih sudah menghabiskan kopinya."Namun, begitu mereka tiba di ambang pintu depan yang terbuka, Thomas mendadak menghentikan langkahnya. Pria itu berbalik, menatap Sofia dengan raut wajah yang mendadak berubah menjadi sangat serius dan tegang.Sofia mengernyit bingung melihat perubahan ekspresi calon suaminya. "Kenapa, Thomas? Ada yang tertinggal?"Thomas berdehem berat, melonggarkan kerah kemejanya sedikit, lalu menatap
Last Updated : 2026-06-23 Read more