Suasana di ruang tamu kediaman Soedirja yang semula kaku dan dipenuhi aura tegang militer, perlahan sedikit mencair begitu Papi Thomas dan Mami Sofia menyapa Hartono dengan senyum hangat khas besan kelas atas.Danu dan Arya tetap berdiri tegap di samping sang ayah dengan tatapan menilai, sementara Sulastri—Mama Rebecca—menyajikan teh hangat. Di sofa tunggal, Rayan duduk tegak lurus dengan posisi sempurna. Wajah tampannya memamerkan ekspresi poker face nan tenang, padahal telapak tangannya di bawah meja meremas celana kain formal miliknya sendiri sampai kusut."Jadi begini, Bang Hartono... Maksud dan tujuan kedatangan saya, istri, dan putra sulung kami, Rayan, malam-malam begini adalah untuk silaturahmi yang sangat krusial," buka Thomas dengan nada bicara yang begitu berwibawa dan penuh percaya diri.Hartono menyunggingkan senyum tipis, menyesap tehnya. "Silaturahmi biasa tentu selalu kami sambut, Thomas. Tapi melihat kamu memboyong Rayan pakai batik begini... jangan bilang putra kali
Terakhir Diperbarui : 2026-08-14 Baca selengkapnya