Melihat rona wajah Alicia yang kian redup, Sofia tahu betul putrinya itu berada di ambang batas kelelahan ekstrem. Namun, membujuk Alicia untuk melangkah pergi dari ruangan ini jelas sebuah hal yang mustahil. Jika ruangan VVIP ini terus disesaki banyak orang, Alicia tidak akan pernah bisa merebahkan tubuhnya dengan tenang. Padahal, ia butuh stamina yang kuat untuk mendampingi masa pemulihan Devan nanti.Sofia menoleh ke arah Luna, lalu berbisik pelan menyampaikan rencananya.Luna yang mengerti maksud calon besannya itu langsung mengangguk paham. Tanpa membuang waktu, wanita itu berdiri dan meraih tas genggamnya yang terletak di atas nakas."Alicia, Mami lelah sekali, Nak. Mami mau pulang dulu untuk beristirahat. Kamu jaga Devan baik-baik, ya?" pancing Luna dengan raut wajah yang sengaja dipasang lelah."Iya, Mami," jawab Alicia lembut. "Nanti kalau Devan sudah sadar, aku akan langsung menghubungi Mami."Luna melangkah mendekat, menatap lingkaran hitam yang kontras di bawah mata calon
Terakhir Diperbarui : 2026-08-08 Baca selengkapnya