Angin gurun berdesir pelan melewati halaman benteng batu.Butiran pasir beterbangan di udara yang mulai dingin, memantulkan cahaya jingga senja yang tersisa di cakrawala.Semua orang menunggu.Tidak ada yang berbicara.Tatapan puluhan anggota Gobi Pay kini tertuju pada satu orang—Shu Jin.Di depan mereka, Guo Xiang berdiri dengan tenang.Namun, matanya tidak pernah lepas dari wajah Shu Jin.Tatapan itu tajam.Penuh rasa ingin tahu.Sekaligus menantang.Seolah ia sedang menilai sesuatu yang lebih dalam dari sekadar jawaban.Beberapa langkah di belakang, Zhang Yin bersandar santai pada kudanya.Ia menyilangkan tangan di dada.Ekspresinya terlihat santai, bahkan hampir malas, tapi sorot matanya berbeda.Mata itu berkilat seperti seseorang yang sedang menyaksikan permainan catur tingkat tinggi.Langkah kecil tapi bisa menentukan kemenangan atau kehancuran.Di sisi lain halaman benteng, beberapa anggota Gobi Pay mulai berbisik satu sama lain.Nama yang baru saja disebut masih bergema di ben
Read more