Kegiatan mereka terhenti saat bel pintu berbunyi nyaring di rumah yang sepi itu.Felly mundur satu langkah, wajahnya merah dan bibirnya basah. Begitu cantik di mata Marvin.Suaminya itu hanya tersenyum gemas dan mengusap sudut bibir Felly yang basah itu.“Cantik,” gumamnya.Bel kembali berbunyi yang membuat Felly tersadar dari pikirannya sendiri.“I-itu siapa?” tanyanya dengan sedikit tergagap.“Sepertinya petugas pindahan yang saya sewa untuk membawa barang-barang kita dari penginapan,” jawab Marvin sembari berjalan ke arah pintu.Felly mengekor di belakang dengan tatapan penuh rasa penasaran.Benar saja, ketika pintu dibuka, ada lima orang laki-laki tersenyum ke arah Marvin dan menyapa dengan ramah menggunakan bahasa Italia yang kental.Felly kembali kagum pada Marvin atas kecakapannya itu. Meski tak tahu apa yang tengah mereka bicarakan, tapi sepertinya Marvin tengah memberi instruksi di mana barang-barang itu harus diletakkan.Felly memilih mundur dan duduk di sofa, tak ingin meng
Read More