Seperti biasa, Felly terbangun oleh alarm yang ia pasang setelah Marvin resmi meninggalkan dirinya untuk lebih mandiri di negara orang.Ia membuka mata dan tangannya mematikan alarm dengan malas-malasan, tapi tetap saja ia memaksa duduk agar tidak kebablasan tidur kembali.Udara dingin masih menyelimuti Italia pagi ini, Felly dengan malas mengambil ponselnya dan tersenyum begitu melihat wallpapernya adalah wajah tampan sang suami.“Emang bener kata orang, melihat orang tampan itu obat dari segala penyakit,” gumam Felly sembari senyum-senyum sendiri.“Oke, jangan bermalas-malasan, supaya bisa lulus tepat waktu dan kembali bersatu sama Mas Marvin, supaya keindahannya itu nggak cuma aku nikmati lewat layar hp doang.”Setelah mengatakan afirmasi itu, Felly pun beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Kebiasaan hidup di Jakarta untuk mandi saat dinginpun, Felly juga melakukannya di sini meski harus bersin-bersin tiap kali selesai mengguyur badannya.Make-up tipis-tipis sudah ia
Read more