Pak Buwir yang berjalan di sisi lainnya hanya diam ketika mendengarkan kata-kata tersebut. Donfa Kragar memejamkan matanya sejenak sebelum menjawab, “Baiklah, saya juga masih belum sarapan pagi. Tuntun saja menuju kantin di gedung ini!”Pria tua tersebut tersenyum dan merespon, “Baik Tuan Muda, silahkan ikuti arahan saya!”Berbeda dengan pria tua yang masih santai-santai saja, Pak Buwir masih merasa tak nyaman dan bahkan mulai menebak-nebak dengan liar. “Aneh, seingat saya kalau Tuan Muda tidak pernah menuju yang namanya kantin, kafetaria, atau semacamnya ketika melakukan inspeksi di tempat lain. Mungkinkah…?” pikir Pak Buwir merenung dalam hatinya dan diam-diam melirik ke arah Donfa Kragar sebelum akhirnya tersenyum tipis karena tak berdaya memikirkan apa pun.Menebak apa yang dipikirkan oleh Donfa Kragar sama seperti menebak apa dipikirkan seekor siput. Di atas permukaan memang Donfa Kragar tampak emosional, tapi jauh di dalam otaknya yang jenius itu tersimpan berbagai macam rencana
최신 업데이트 : 2025-12-19 더 보기