Kembalinya Pahlawan dan Konsolidasi KekuasaanKemenangan di Tembok Naga (Bab 53) mengubah lanskap politik Kekaisaran secara permanen. Elara dan Kael tidak lagi hanya memegang kekuasaan; mereka telah memenangkan kekuasaan itu melalui darah dan kecerdasan, dan kini diakui oleh rakyat.Ketika Elara kembali ke Ibukota, dia disambut sebagai pahlawan perang, bukan hanya seorang penasihat. Kisah Tembok Naga, yang menahan pasukan Daratan Tinggi dengan sihir kuno, menyebar ke seluruh negeri. Publik memuji Elara sebagai Permaisuri Pelindung, sementara Kael dihormati sebagai Bayangan Sang Strategis yang cerdik.Di Dewan Tetua, tidak ada lagi perlawanan. Faksi bangsawan lama telah musnah (Valerian, Raynan, Silas), dan faksi pedagang kini sepenuhnya tunduk pada Wangsa Kaira, yang menjamin keamanan dagang dan kemakmuran yang tak tertandingi.Elara segera mengambil langkah untuk mengkonsolidasikan kekuatannya secara formal.Penghargaan Publik untuk Kael:Elara memutusk
Terakhir Diperbarui : 2025-12-18 Baca selengkapnya