Bibinya dan Sari langsung menyusul ke belakang. Bibinya mengusap-usap tengkuk Alia dengan penuh rasa khawatir, sementara Sari sibuk mengambilkan segelas air hangat."Ya ampun... Alia, kamu sakit apa toh, Nduk?" tanya Bibinya, suaranya bergetar cemas melihat tubuh Alia yang lemas hingga harus bersandar pada dinding kamar mandi. "Badanmu dingin begini, keringatmu keluar semua.""Cuma... cuma pusing sedikit kok, Bi. Mual biasa," bisik Alia parau, mencoba meraih gelas air hangat dari tangan Sari untuk berkumur. Namun, begitu dia mencoba melangkah keluar, lututnya mendadak lemas. Pandangannya berputar hebat hingga dia hampir terjatuh jika Sari tidak dengan sigap menangkap pinggangnya."Ibu! Ini Mbak Alia lemes banget! Udah, gak usah nunggu besok, kita bawa ke klinik desa sekarang aja!" seru Sari panik.Bibinya tidak berpikir dua kali. "Iya, iya! Kamu ambil kain jarik di kamar Ibu buat selimutan Mbakmu. Ibu mau panggil Pak RT di depan buat minta tolong antar pakai mobilnya!"*********Suasa
最後更新 : 2026-06-10 閱讀更多