Sepeda motor Arhan melambat, melewati gerbang besi tinggi otomatis yang terbuka perlahan, Alia menghapus sisa air mata di pipinya, memandang keluar jendela dengan tatapan kosong. Di dalam benaknya, ia sempat tertegun. Rumah ini bahkan jauh lebih besar dan megah daripada rumah yang ia tempati bersama Rendra.Suasana di dalam rumah sangat sunyi. Begitu pintu utama dibuka, hanya ada Bi Sumi, asisten rumah tangga paruh baya yang sudah lama bekerja di sana, berjalan tergesa-gesa menyambut mereka."Eh, Den Arhan sudah pulang? Waduh, kok gak bilang-bilang kalau bawa tamu?" tanya Bi Sumi sopan, matanya sempat melirik Alia yang tampak sembab dan kacau meski memakai gaun yang sangat indah."Iya, Bi. Ayah sama Kak Sasha belum pulang kan?" tanya Arhan memastikan."Belum, Den. Kan masih di luar negeri sampai minggu depan.""Ya sudah. Bi, oh ya, Kalau saya gak panggil, Bibi di belakang saja," instruksi Arhan dengan nada dewasa yang jarang ia tunjukkan."Baik, Den. Permisi." Bi Sumi mengangguk pamit
最後更新 : 2026-05-22 閱讀更多