Alia melangkah santai menuju dapur, meninggalkan ruang tamu yang mendadak sunyi seperti kuburan. Di belakangnya, Arhan mengekor dengan langkah ringan, wajah cowok itu tampak sangat puas, seolah baru saja menonton pertunjukan panggung kelas dunia di mana Alia adalah bintang utamanya.Begitu sampai di dapur, Alia langsung mengambil posisi di dekat wastafel, berpura-pura sibuk mencuci sayuran dan membantu Bi Inah yang sedang memotong bawang. Tangannya bergerak ritmis, mencoba meredam gemuruh di dadanya setelah nekat menyindir ibu mertuanya secara terang-terangan tadi."Wah, Kak... asli, keren banget," bisik Arhan yang kini bersandar di dekat konter dapur, menatap Alia dengan binar mata penuh kekaguman. "Muka ibunya Rendra tadi langsung berubah jadi abu-abu. Aku hampir kelepasan ketawa.""Arhan, diam. Jangan berisik," tegur Alia setengah berbisik tanpa menoleh, wajahnya tetap lurus menatap daun sawi di tangannya.Bi Inah yang berada di sana hanya bisa tersenyum tertahan, pura-pura tidak m
最後更新 : 2026-05-17 閱讀更多