Di meja makan, Rendra sengaja mengambil posisi di samping Alia, sementara Arhan, Rio, dan Bagas duduk berhadapan dengan mereka. Suasana makan malam itu jauh dari kata santai. Rendra benar-benar menjalankan perannya sebagai suami yang sangat perhatian, atau mungkin lebih tepatnya, suami yang sedang menandai wilayahnya."Alia, jangan ambil sendiri. Biar aku yang kupaskan udangnya," ujar Rendra saat tangan Alia hendak meraih piring lauk.Rendra dengan telaten mengupas kulit udang, memotong dagingnya, lalu meletakkannya di piring Alia. Tidak berhenti di situ, saat Alia hendak menyuap nasi, Rendra menahan tangan istrinya."Sini, aku suapi saja. Kamu masih lemas, kan? Jangan banyak gerak dulu," ucap Rendra dengan nada yang sangat manis namun terdengar seperti perintah bagi siapa pun yang mendengarnya.Alia merasa pipinya memanas karena malu. "Ren, malu dilihatin...""Kenapa harus malu? Mereka harus tahu kalau di rumah ini, kamu itu ratu yang harus dilayani," balas Rendra sambil menyodorkan
最後更新 : 2026-05-14 閱讀更多