"Maya Karina de Kingsley." "Apa, Pih?" tanya Edric yang sejak tadi menggunakan headset kabel. "Budek, bjir!" sebut Victor. "Apa sih orang gue tanya, Papi." "Maya..." balas Victor lagi. "Panjangnya siapa, Pih?" tanya Edric lagi. "Maya... Karina... De Kingsley," Victor mengeja nama itu satu per satu dengan nada agak emosi. Bayi itu terlihat menggeliat sebentar, tapi langsung ditenangkan oleh Victor. "Sstttt" Kemudian Edric berkata. "Gila, ada 'De'-nya. Kesannya ningrat banget, Pi. Indonesianya dapet ada nama Maya Karina, tapi tetep pas digabung ama Kingsley." "Iya, dong. Adek gue satu-satunya cewek, harus paling spesial," sahut Victor yang langsung membuat Esric kesal. Si bungsu itu buru-buru mengeluarkan sebotol hand sanitizer dari saku celananya, menggosok tangannya dengan heboh sampai wangi alkohol menyengat, lalu menengadahkan tangan ke arah Victor. "Sini, Bang. Gantian, gue mau gendong Adek Maya. Gue kan sekarang udah resmi naik pangkat jadi Abang!" "E
Ler mais