Setelah Juloan dan Vanessa pergi, ruangan itu menyisakan Siti, Nenek Clara, Victor, Edric, dan Elin Zhang di dalam ruangan, keheningan sempat bertahan selama beberapa saat. Atmosfer ruangan yang luas itu berangsur-angsur melunak, meski kehadiran sang tertua, Nenek Clara, tetap memberikan tekanan tersendiri. Wanita paruh baya yang masih tampil sangat modis dengan setelan berkelas itu duduk bersandar di sofa seberang ranjang, matanya yang tajam di balik kacamata bermerek tidak lepas dari sosok bocah perempuan manis di dekat Victor. Elin Zhang, dengan gaun kasual pastelnya, berdiri agak ragu di dekat boks bayi transparan. Tangannya yang mungil memegangi tepian boks, sementara matanya yang bulat besar berbinar-binar menatap makhluk kecil yang ada di dalam sana, Maya Karina de Kingsley. "Adek... cantik," gumam Elin lirih, suaranya begitu lembut sampai membuat Siti yang bersandar di kasur langsung tersenyum meleleh. "Elin suka ya sama Adek Maya?" tanya Siti dengan nada lembut, berus
Ler mais