"Waseeek, anjay! Ganteng banget gue," puji Victor pada dirinya sendiri. Ia sedang berkaca di depan kaca butik saat mencoba setelan, sambil merapihkan beberapa detail di lengannya. Jujur saja, bagi Siti anak Kieran tidak ada yang tidak tampan. Tapi Victor membuatnya ilfil karena terlalu percaya diri. "Dih, narsis!" balas Siti. "Halah gak usah sok jual mahal, Mi. Gue ganteng kan?" godanya mendekati Siti. Siti yang sedang melihat-lihat setelah pun mendelik ke arahnya. "Gak usah narsis deh. Itu buruan diambil, sekalian tuh yang lo pake bayar langsung." "Lo yang bayar ya," ujar Victor. "Lah kan lebih kaya elu, aneh!" "Kan prinsipnya kalo ada orang tua, orang tua yang bayarin," balas Victor. "Gue bukan orang tua elo, by the way." Victor lansung tersenyum miring. "Gue bilangin Papi loh, katanya gue bukan anak lo." Siti langsung panik, dan akhirnya menyerah dengan mulut ember Victor yang menyebalkan itu. "Serah lo deh sana! Nih," ujar Siti menyodorkan kartu hitam mi
Read more