Share

134. Jangan Cepuin

Author: Blue Rose
last update publish date: 2026-05-16 23:29:39
Malam itu, salah satu restoran berkonsep fine dining di sudut kota Boston. Restoran itu sengaja dipilih oleh Julian karena memiliki area VIP yang sangat tertutup, menjamin privasi dari tangkapan kamera atau mata-mata bisnis yang sering berseliweran di berbagai negara mengintai keluarga mereka.

Victor melangkah masuk setelah menyebutkan reservasi atas nama Julian. Sebenarnya, Victor adalah orang terakhir di keluarga yang mengetahui perihal hubungan kakaknya ini. Bukan karena Julian sengaja meny
Blue Rose

Semoga syuka❤

| 5
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dinikahi Duda dengan 4 Anak Bujang   226. Si Berandal Nikah

    ​"Aku mau, Victor," jawab Febi lirih namun penuh kepastian.​Seketika sorak-sorai bahagia dan tepuk tangan meriah menggema di seluruh sudut ruangan. Siti bahkan tampak menyeka sudut matanya dengan tisu karena terharu, sementara Kieran tersenyum puas melihat anak bungsunya akhirnya berlabuh pada wanita yang tepat.​Di sudut ruangan, sang ibu kandung yang setia mendampingi Febi--sosok wanita sederhana yang selama ini merawatnya di desa bersama sanak saudara--tersenyum penuh syukur, memegang erat ujung kerudungnya karena tak kuasa menahan haru melihat putri kesayangannya kini menemukan pelabuhan terakhir yang aman.​Tanggal pernikahan pun langsung ditetapkan hari itu juga oleh para orang tua, membuat senyum Victor semakin mengembang lebar tanda kemenangan absolut. Namun, alih-alih menggelar resepsi tertutup di Jakarta, sang kepala keluarga besar Kingsley langsung turun tangan memberikan titah khusus.Pernikahan Victor dan Febi diputuskan digelar secara megah berkonsep coastal wedding ata

  • Dinikahi Duda dengan 4 Anak Bujang   225. Wisuda Victor

    Langit kota Boston tampak membentang luas dengan warna biru cerah yang menyegarkan, dihiasi angin musim semi yang berhembus lembut menerpa halaman kampus terbaik dunia itu. Riuh rendah suara tawa, derap langkah sepatu para wisudawan, serta kilatan kamera ponsel dari keluarga yang mendampingi menciptakan atmosfer perayaan yang begitu hidup.Di antara kerumunan manusia berbalut jubah toga hitam dengan topi persegi di tangan, sosok Victor berdiri tegak sambil merapikan hoodie toga miliknya.Senyum lebar tak pernah luntur dari wajah tampannya. Penantian panjang, lembaran-lembaran tesis yang menguras tenaga, hingga perdebatan alot dengan sang ayah di ruang keluarga beberapa waktu lalu, akhirnya terbayar lunas hari ini. Gelar Ph.D. atau doktor resmi disandangnya."Wih, selamat ya, Pak Doktor Muda! Gak nyangka anak paling ngeyel se-Kingsley akhirnya bisa beneran pegang gelar profesor masa depan," sebuah suara familier mendadak terdengar dari arah samping.Victor menoleh dan langsung mendapat

  • Dinikahi Duda dengan 4 Anak Bujang   224. Tidak Direstui

    Siti tertegun sejenak. Ia tahu betul latar belakang keluarga Vega bukanlah dari kalangan sembarangan. Keluarga besar gadis itu dikenal sangat konservatif, terpandang secara sosial, dan memiliki standar tinggi yang sama sekali tidak sejalan dengan rekam jejak Edric yang terkenal urakan di masa lalu—meskipun saat ini Edric sudah jauh lebih baik."Terus Vega gimana posisinya sekarang?" tanya Siti dengan nada prihatin."Itu masalahnya!" Edric mengusap rambutnya frustrasi. "Ponsel Vega tadi tiba-tiba dimatiin paksa sama mamanya pas kami lagi teleponan. Dia dikurung di kamarnya, Mi! Gak boleh keluar rumah, paspor dan dompetnya disita, dan dia dipaksa buat nerima perjodohan kilat sama anak rekan bisnis bokapnya minggu depan!"Suasana kamar mendadak sunyi. Ancaman besar itu datang bagaikan badai mendadak yang menghantam ketenangan Edric yang selama ini merasa hubungannya dengan Vega baik-baik saja.Edric berdiri dari tempat tidur, mondar-mandir mondar-mandir di dalam kamar dengan gelisah. Kepa

  • Dinikahi Duda dengan 4 Anak Bujang   223. Badai Edric dan Vega

    Malam di mansion Kingsley selalu punya cara sendiri untuk meredam ketegangan. Setelah perdebatan alot soal pernikahan kilat yang sempat diinisiasi Victor beberapa waktu lalu, keputusan akhirnya diambil dengan kepala dingin. Victor, dengan segala sifat keras kepalanya yang khas, akhirnya melunak setelah melihat ketulusan di mata Febi.Dua hari berselang, suasana di ruang utama lantai dua mendadak sibuk dengan koper-koper besar berukuran cabin size. Victor berdiri di dekat pintu kamar tamunya, mengenakan jaket kulit hitam dengan gaya wolf cut yang acak-acakan. Di hadapannya, Febi berdiri mengenakan long dress rajut berwarna sage dan pashmina instan berwarna senada."Yakin gak mau ikut gue dulu ke US, Feb?" tanya Victor untuk kesekian kalinya, nada suaranya menyiratkan keengganan yang teramat sangat untuk berpisah. "Sekalian liburan. Disana cuacanya lagi enak buat jalan-jalan."Febi menggeleng pelan, menyunggingkan senyum tipis yang menenangkan. "Gak, Vic. Kamu ke sana mau fokus beresin

  • Dinikahi Duda dengan 4 Anak Bujang   222. Lulus Dulu, Baru Nikah

    Belum sempat Victor menikmati suasana hangat di ruang keluarga lebih lama, suara decitan pintu utama mansion yang terbuka mengalihkan perhatian semua orang.Langkah kaki tegas terdengar menggema di lorong foyer, disusul sosok Kieran Kingsley yang melangkah masuk sambil melonggarkan dasi di lehernya. Pria paruh baya itu baru saja tiba dari penerbangan luar kota, namun auranya tetap mendominasi dan berwibawa.Sontak, semua orang di ruang keluarga berdiri untuk menyambutnya."Papi," sapa Keiron dan Victor hampir bersamaan, diikuti anggukan hormat dari Salsa dan Siti.Febi yang berada di sebelah Victor langsung ikut berdiri, merapikan long dress serta pashminanya dengan tangan sedikit bergetar. Wajahnya menunduk dalam, rasa canggung dan gugup kembali menyerangnya begitu berhadapan langsung dengan kepala keluarga Kingsley.Kieran menghentikan langkahnya tepat di depan mereka. Tatapan tajam namun teduh dari mata pria itu mendarat pada Febi, lalu beralih menatap anak bungsu kesayangannya yang

  • Dinikahi Duda dengan 4 Anak Bujang   221. Kebelet Nikah

    Mobil Victor melaju membelah gerbang besi raksasa yang terbuka otomatis, memasuki pelataran luas mansion keluarga Kingsley."Vic, sumpah... aku takut," cicit Febi dengan suara bergetar di kursi penumpang. Tangannya memeluk tas erat-erat. "Keluarga kamu itu... pengusaha besar. Aku gak enak malam-malam begini nyelonong masuk.""Tenang aja," sahut Victor santai sambil mematikan mesin mobil. "Keluarga gue gak pernah makan orang. Paling banter lu cuma digodain mereka.""Tapi, Victor--""Gak ada tapi-tapi. Ayo turun," potong Victor cepat, langsung keluar dan membukakan pintu untuk Febi.Febi menahan kakinya di dalam mobil. Pikirannya melayang pada penampilannya yang agak kusut pasca-insiden di kantor polisi tadi. Rasa tidak percaya diri kembali menusuk dada gadis itu.Melihat Febi yang membeku, Victor menghela napas pendek. Ia meraih lembut jemari Febi yang terbalut outer lengan panjang, lalu menariknya keluar secara perlahan namun bertenaga."Victor, ih! Pelan-pelan!" pekik Febi setengah be

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status