Kieran hampir saja buka mulut, tapi Keiron langsung memberi tatapan peringatan pada sang adik. Selain Kieran, Keiron ai sulung juga begitu disegani oleh adik-adiknya, jadi adik-adiknya tak berani membantah. Meski Edric kelihatan ingin berdiri, ia menahannya. Hal itu membuat Siti tambah yakin, kalau sebenarnya yang paling sulit ditangani adalah yang paling diam. Keiron kemudian berdiri, lalu mendekatinya. Ia bahkan mengulurkan tangan pada Siti sebagai salaman sambutan. Semua saudaranya sampai melongo melihatnya, tak menyangka kalau si sulung menyambutnya dengan baik. Padahal ketiganya sudah merencanakan hal-hal untuk mengganggu Siti, agar Siti tak betah tinggal bersama mereka. Kalau sampai Siti dapat pembelaan dari si sulung, bagaimana nasib rencana mereka. "Salam kenal, panggil saja saya Kei. Selamat datang di keluarga kami," ujarnya menyambut. Tidak ada ekspresi yang signifikan, tapi ada sedikit senyum di sana. "Salam kenal, Kei. Kamu bisa panggil aku--" "Mami,"
اقرأ المزيد