"Jadi..." Nenek Sari berdiri, napasnya terdengar berat. "Maksud kalian, cucu yang paling aku percayai... memperlakukanku seperti orang tua bodoh yang bisa dimainkan dengan dokumen kontrak ini?""Nek, kami hanya ingin Nenek tahu kebenarannya sebelum semuanya terlambat," ucap Kinanti dengan senyum kemenangan yang disembunyikan di balik wajah sedihnya.Nenek Sari baru saja akan memerintahkan pengurus rumah tangganya untuk menelepon Jacob, ketika pintu besar ruang keluarga terbuka dengan kasar.Hadi Sanjaya melangkah masuk dengan wajah yang tegang, diikuti oleh Daniel yang tampak berusaha menyembunyikan seringai puasnya. Mereka berdua datang di saat yang sangat tepat, seolah sudah mencium bau kemenangan dari kejauhan."Ada apa ini? Kenapa suaranya sampai terdengar ke luar?" tanya Hadi, berpura-pura terkejut sambil melirik Arya dan Kinanti yang sudah lebih dulu ada di sana."Papa, lihat ini," Daniel segera mendekati meja dan menunjuk ponsel Kinanti yang masih menyala, menampilkan foto kont
Terakhir Diperbarui : 2026-01-10 Baca selengkapnya