Sementara itu, suasana di ruang keluarga kediaman Wijaya terasa hening. Arya sedang duduk di depan layar televisi besar yang menampilkan grafik merah tajam, indeks saham Grup Sanjaya yang terjun bebas. Di tangannya, sebuah tablet menampilkan berita terbaru tentang arogansi Daniel.Arya menghela napas berat, wajahnya tampak jauh lebih lelah dari biasanya. "Gila, Daniel benar-benar anak yang tidak berguna. Dia tidak sadar sedang menghancurkan Grup Sanjaya. Sebenarnya, apa yang sedang dia pikirkan?."Kinanti, yang baru saja duduk di sampingnya sambil membawa secangkir teh, mengerutkan kening. "Sudahlah, Pa? Itu kan urusan Sanjaya, Papa tidak perlu terlalu memikirkannya.""Kamu tidak mengerti, Ma," Arya menoleh dengan tatapan tajam. "Grup Wijaya dan Sanjaya itu seperti dua sisi koin yang sama. Kalau Sanjaya runtuh sekarang, kita juga akan ikut jatuh ke dasar jurang. Beruntung ada Jacob, atas investasi besarnya di Grup Wijaya. Jika tidak, saham kita sudah habis terseret."Arya meletakkan
Last Updated : 2026-01-09 Read more