Sementara itu, di rumah aman Seven Heaven, malam terasa semakin panjang bagi Jessie. Ia berdiri di balkon lantai dua, membiarkan angin dingin menusuk kulitnya, mencoba membasuh rasa sesak yang tertinggal setelah perseteruan dengan ayahnya tadi.Jacob melangkah keluar, menyampirkan jasnya ke bahu Jessie yang gemetar. Ia tidak menanyakan apa yang sedang dipikirkan istrinya, ia tahu benar beban yang sedang dipikul Jessie saat ini."Papaku... dia lebih memilih menjadi pengecut daripada memberikan kedamaian untuk Mama," bisik Jessie tanpa menoleh.Jacob memeluk Jessie dari belakang, menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Jessie. "Dia takut pada sesuatu yang belum kita ketahui, Jessie. Tapi ingat, ketakutanya adalah bukti bahwa kebenaran itu ada. Kita hanya perlu waktu untuk membukanya.""Jacob," Jessie berbalik dalam pelukan suaminya, menatap mata gelap Jacob yang selalu memberikan ketenangan. "Adrian bukan orang yang akan diam saja setelah ini. Dia pasti sedang menyiapkan sesuatu untuk mem
Last Updated : 2026-01-18 Read more