Jacob melangkah cepat memasuki rumah, mengabaikan sisa rintik hujan yang membasahi bahu kemejanya. Ia baru saja memastikan Adrian diseret keluar dari halaman, namun pikirannya justru tertinggal di dalam rumah.Tepat di balik pintu besar ruang tengah, ia menemukan Jessie berdiri mematung. Tubuh istrinya bergetar hebat dengan wajah sepucat kapas, seolah seluruh tenaganya baru saja terkuras habis karena ketakutan."Jessie!" seru Jacob parau.Tanpa memedulikan pakaiannya yang lembap, Jacob langsung menarik Jessie ke dalam dekapan erat. Ia melingkarkan lengannya dengan posesif, membiarkan kepala Jessie bersandar di dadanya yang masih terasa dingin karena air hujan."Aku di sini, Sayang. Dia sudah pergi. Jangan takut lagi," bisik Jacob sambil mengusap punggung Jessie dengan gerakan yang sangat lembut untuk menenangkannya.Jessie memejamkan mata, menghirup aroma maskulin Jacob yang bercampur dengan bau tanah basah. Getaran di tubuhnya perlahan mulai mereda saat ia merasakan kehangatan pel
Read more