Jacob melangkah masuk ke dalam gudang tua itu dengan langkah mantap. Debu kering dari jalanan pinggiran kota menempel pada sepatu kulit mahalnya yang mengkilap, namun ia tidak peduli. Setiap langkahnya menimbulkan bunyi derap yang berat dan berirama, menggema di antara dinding beton yang sudah berlumut. Di belakangnya, belasan anggota tim khusus kepolisian bergerak dalam formasi senyap, menyebar untuk menutup setiap akses yang mungkin digunakan untuk melarikan diri.Bau apak, oli bekas, dan besi berkarat langsung menyerang indra penciuman Jacob saat ia melewati pintu baja besar yang berderit panjang. Di tengah ruangan luas yang hanya diterangi seberkas cahaya matahari dari celah atap seng, ia melihat sebuah kursi kayu tua. Di sana, duduk seorang pria dengan setelan jas yang sudah kusam namun tetap berusaha menunjukkan sisa-sisa keangkuhannya. Hadi Sanjaya duduk dengan tenang dan menyambut kedatangan JAcob.."Akhirnya kamu datang, Keponakanku.” ucap Hadi tenang.Jacob mengernyitka
Read more