Angela segera meletakkan kain serbetnya dan berjalan cepat menuju pintu penghubung ruang tengah. Wajahnya yang biasanya kaku kini tampak sedikit lebih cerah saat melihat sosok pemuda yang baru saja masuk dengan langkah ringan itu.“Tuan Muda Kenny? Ya ampun, sudah lama sekali Anda tidak terlihat di rumah ini,” sapa Angela dengan nada yang jauh lebih hangat dari biasanya.Kenny melepas kacamata hitamnya dan menyelipkannya di kerah kemeja linennya yang santai, lalu terkekeh. “Halo, Angela. Masih tetap rajin seperti biasa, ya? Bagaimana kabarmu? Sehat?”“Saya sangat sehat, Tuan Muda. Terima kasih sudah bertanya,” jawab Angela sembari mengangguk sopan.Diana, yang masih berdiri di ambang pintu dapur, mengerutkan keningnya dalam-dalam. Dia memperhatikan pemuda itu dari ujung rambut hingga ujung kaki.Wajahnya, struktur rahangnya, hingga caranya berdiri benar-benar mengingatkannya pada Daniel, namun tanpa beban kegelapan yang selalu menyelimuti pria itu.“Mbak Angela, siapa dia? Kenapa waja
Last Updated : 2026-02-15 Read more