Langkah kaki Daniel terdengar menggema di lorong lantai teratas gedung Ars Group. Di belakangnya, Hardy berjalan dengan ritme yang sama, membawa tas kerja dan beberapa map penting.Daniel tidak mengubah ekspresinya sedikit pun, bahkan ketika dia melihat sosok Kenny sudah berdiri bersandar di pintu ruang kerjanya dengan wajah yang merah padam.Kenny melipat kedua tangannya di dada, matanya mengikuti pergerakan Daniel yang baru saja tiba.“Wah, lihat siapa yang baru datang,” sindir Kenny dengan nada suara yang ditinggikan agar semua sekretaris di area itu mendengar.Daniel tidak berhenti. Ia hanya memberikan isyarat pada Hardy untuk membuka pintu ruangannya.“Aku sudah memeriksa jadwalmu hari ini, Daniel. Tidak ada janji temu klien, tidak ada kunjungan ke luar kota, dan tidak ada rapat darurat di luar kantor,” ucap Kenny sembari melangkah masuk mengekori Daniel tanpa izin.Daniel melepaskan jasnya, menyerahkannya pada Hardy, lalu duduk di kursi kebesarannya. Dia sama sekali tidak menole
Dernière mise à jour : 2026-02-23 Read More