Suasana dapur yang luas dan modern itu terasa sunyi, hanya diisi oleh suara gemericik air dari keran dan dentingan piring yang saling bersentuhan.Diana berdiri di depan bak cuci piring, fokus pada pekerjaannya meski pikirannya masih tertinggal pada ketegangan di meja makan tadi.Ia bisa merasakan kehadiran seseorang bahkan sebelum bayangan pria itu muncul di sampingnya.Kenny melangkah masuk, tidak bersuara, lalu berdiri tepat di samping Diana dengan menyandarkan punggungnya pada meja marmer sambil melipat tangan di dada.Diana hanya menoleh sebentar, memberikan anggukan kecil sebagai tanda sopan santun, sebelum kembali melanjutkan kegiatannya membilas piring-piring porselen.“Aku penasaran, Diana,” buka Kenny, suaranya terdengar santai namun ada nada menyelidik di sana.“Apakah kamu benar-benar betah bekerja di bawah pria seperti Daniel? Dia sangat dingin, kaku, dan terkadang terlihat seperti tidak punya hati.”Diana tetap tenang, tangannya masih lincah menyabuni gelas kristal. “Sem
Dernière mise à jour : 2026-02-17 Read More