“Pilihannya sangat sederhana, Mama,” ucap Daniel, memecah keheningan yang menyesakkan.“Aku punya bukti DNA ini untuk menghancurkan masa depan Kenny. Dan aku punya kesaksian Kenzo untuk mengirimmu ke regu tembak. Tapi aku masih punya sedikit sisa kemanusiaan untuk 'adikku' yang malang ini.”Manda mengangkat wajahnya, matanya merah dan bengkak. “Apa maumu, Daniel? Kamu sudah mengambil rumah ini, kamu sudah mengambil perusahaan. Apa lagi?!”“Aku mau kejujuran. Satu pengakuan yang keluar dari mulutmu sendiri tentang apa yang terjadi di ruang kerja Papa malam itu,” Daniel mencondongkan tubuh, suaranya merendah.“Jika kamu mengaku, aku akan membiarkan Kenny pergi. Aku akan memberinya paspor dan uang yang cukup untuk menghilang ke luar negeri. Dia akan bebas, meski tanpa nama Arsenio.”“Ma ... tolong, Ma,” ratap Kenny, suaranya gemetar hebat. “Aku tidak mau dipenjara. Aku tidak mau mati di sana!”“Tapi jika kamu tetap diam ….” Daniel menjeda dan mengambil pisau steak yang masih bersih dan m
Terakhir Diperbarui : 2026-03-13 Baca selengkapnya