“Malam ini, temani aku ke tempat saudara Papa sama Mama, Sayang,” ucap Nathan sambil menikmati makanan yang mereka beli sejak sore tadi, nadanya terdengar tenang namun penuh maksud. “Um… oke,” jawab Cindy sambil mengangguk kecil. Ia kembali mengunyah, lalu tersenyum samar. “Tapi… apa mereka mau jadi wali kamu nanti?” tanyanya setengah bercanda. “Kayaknya kita berdua ini terbuang gitu deh, Nath,” lanjutnya sambil tertawa kecil, mencoba menutupi perasaan yang sebenarnya. “Oh ya?” Nathan terkekeh pelan, matanya menatap Cindy penuh perhatian. “Iya, um…” Cindy menurunkan suaranya kali ini. “Sejak kamu pilih balik ke aku lagi, semuanya jadi kacau, ya?” ucapnya pelan, ada rasa bersalah yang menyelinap di sana. “Nggak kacau, Sayang,” jawab Nathan lembut. “Nggak kok,” tambahnya sambil mengusap punggung Cindy, gerakannya menenangkan. Cindy tiba-tiba menghambur memeluk Nathan, lengannya melingkar erat di tubuh pria itu. Seolah sampai detik ini ia masih tak sepenuhnya percaya bahwa mant
Last Updated : 2026-01-14 Read more