“Yang saya pantau, mereka berdua baru saja membeli sebuah ruko, Pak,” lapor Budianto, orang kepercayaan ayah Nathan, melalui sambungan telepon malam itu. Suaranya rendah dan penuh rahasia, memastikan tidak ada telinga lain yang mendengar. Ayah Nathan terdiam sejenak, jemarinya mengetuk meja kerja dengan irama yang menekan. “Um… di daerah mana? Dekat? Tengah kota?” tanyanya dengan nada penuh selidik, seolah sedang menghitung langkah catur berikutnya. “Tengah kota, Pak. Di Jalan Cendrawasih delapan,” jawab Budianto lugas. “Lokasinya sangat strategis, tidak jauh dari Hotel Mandala, Mall Galaxy, dan kawasan perkantoran. Tepatnya berada di seberang gedung perbankan dan otomotif.” Mendengar laporan itu, mata ayah Nathan menyipit tajam. “Strategis sekali,” gumamnya pelan, hampir menyerupai bisikan ancaman. “Pantau terus apa yang akan mereka lakukan dengan ruko itu. Jangan sampai ada satu sen pun yang bergerak tanpa sepengetahuan saya.” “Ikuti terus mereka. Kabari saya apa pun yang te
Terakhir Diperbarui : 2026-01-21 Baca selengkapnya