Cindy segera berpaling, seolah ingin menghapus bayangan pria di luar ruko itu dari ingatannya. Wajahnya sedikit pucat saat ia menatap suaminya kembali. “Mas, um... kita istirahat yuk. Aku pengen tiduran di atas,” ucap Cindy dengan nada suara yang sedikit terburu-buru. “Kenapa buru-buru? Belum selesai, Sayang. Masih harus display manekinnya di bagian depan,” balas Nathan sambil sempat menoleh ke arah dinding kaca, mencari tahu apa yang membuat istrinya mendadak berubah pikiran. “Nggak, besok aja deh. Ayo, Mas...” ucap Cindy mendesak, tangannya menarik lembut lengan Nathan. “Ya udah, sebentar. Kamu duluan naik, aku matikan lampu lantai sini dulu,” ucap Nathan mengalah. Ia mengangguk pelan dan mengusap punggung istrinya untuk menenangkan kegelisahan yang entah apa sebabnya. Cindy segera naik ke atas tanpa menoleh lagi ke belakang. Sementara itu, Nathan memeriksa lantai dasar. Ia mendekati dinding kaca, sedikit merapikan posisi manekin berwarna hitam itu dengan hati-hati agar ter
Last Updated : 2026-02-10 Read more