“Sebelum dia ketemu Nathan, aku sama Cindy sudah lebih dulu, Pa. Kita berhubungan baik dan akhirnya jatuh cinta. Kita sempat tinggal serumah, di kosan yang murah, kecil. Waktu itu dia masih kuliah, dan aku... ya Papa tahu sendiri, aku dulu malas kerja. Aku enggak mau mengurusi perusahaan dan bahkan enggak peduli sama sekali,” ucap Morgan sambil tersenyum tipis, matanya menerawang membayangkan potongan-potongan memori di tempat kos sederhana itu. “Dan...?” tanya ayahnya, suaranya terdengar tercekat di tenggorokan. “Ya... cuma dia yang sabar menerima laki-laki pengangguran kayak aku,” ucap Morgan sambil tertawa kecil, tawa yang terdengar getir namun tulus. “Tapi... pengangguran seperti kamu itu beda kelas, Morgan. Siapa yang enggak tahu kamu?” ucap ayahnya, mencoba menyangkal kenyataan bahwa putra mahkotanya pernah hidup "melarat" secara sengaja. “Papa salah. Cindy enggak pernah tahu latar belakang aku. Dia benar-benar terima aku dengan sabar. Sampai aku pernah bohong ke dia kal
Last Updated : 2026-02-19 Read more