“Kenapa jadi... lembut banget?” tanya Sarah. Suaranya bergetar, diselingi tawa pelan yang terdengar rapuh saat ia menatap Morgan yang berada begitu dekat dengannya. Matanya mencari-cari kejujuran di balik wajah pria yang biasanya sedingin es itu. “Jadi, lo suka gue yang kasar? Cuek? Dan nyakitin lo waktu kita berhubungan seks?” tanya Morgan tanpa sedikit pun senyum. Namun, meski suaranya terdengar datar, gerakannya justru sangat protektif; ia mendekat dan mendekap Sarah erat di atas ranjang empuk itu, seolah ingin melindunginya dari dunia luar. Ia bisa merasakan suhu tubuh Sarah yang masih panas terserang demam, sebuah kerapuhan yang mendadak membangkitkan sisi manusiawi dalam dirinya. “Aku takut ini mimpi. Aku nggak pernah diperlakuin kayak gini, apalagi sama orang yang pesan jasa seks aku,” ucap Sarah sambil tertawa kecil. Namun, tawa itu tak bertahan lama. Tiba-tiba, pertahanannya runtuh; air mata mengalir perlahan melewati pipinya yang pucat, membasahi bahu Morgan yang bidang.
Last Updated : 2026-01-31 Read more