“Kak Evan, I miss you!”Seorang gadis berlari ke arah Evan dan langsung memeluknya erat.Evan tersenyum, membalas pelukan itu. Tangannya bahkan terangkat mengusap rambut gadis tersebut dengan lembut, gerakan yang begitu natural, seolah sudah sering ia lakukan.Interaksi itu tak luput dari pandangan Siska. Namun, ia hanya mampu terdiam.‘Dia ternyata bisa selembut itu.’“Hem, Harvia,” panggil Helena. “Tidak sopan, ada istri Kak Evan di sini,” tegurnya lembut namun tegas.Gadis berusia dua puluh tahun itu akhirnya melerai pelukannya, meski wajahnya tampak cemberut. Ia menoleh ke arah Siska yang berdiri tidak jauh dari mereka.“Bibi, Via kan kangen dengan Kak Evan,” keluhnya manja, lalu kembali memeluk Evan dari samping.“Harvia,” tegur Helena lagi, kali ini dengan nada yang lebih serius.“Biarkan saja, Ma. Dia memang selalu seperti ini,” ujar Evan membela. Sikap itu membuat Harvia tersenyum lebar, puas.“Evan! Kau selalu saja memanjakannya,” Helena mendesah kesal. Setelah itu, ia memuta
Last Updated : 2025-12-17 Read more