Tangga spiral antara Lantai Dua dan Tiga bukan hanya sekadar gelap, tempat itu seperti tenggorokan seekor raksasa, sempit, lembap, dan seolah menelan siapa pun yang masuk.Aksara berjalan di depan. Auranya stabil setelah melahap energi ilusi, tapi langkah kaki di belakangnya semakin sumbang, berat dan terseret.“Sadewa?” panggil Aksara.Tidak ada jawaban, hanya napas terputus-putus, seperti seseorang yang sedang menangis sambil mencoba bernapas. Lalu terdengar racauan yang lirih, patah dan menyayat.Aksara berhenti, memutar tubuh.Di anak tangga kelima di bawahnya, Sadewa tidak lagi berdiri. Kakek buta itu berlutut, kedua tangannya mencengkeram besi pegangan seperti seseorang yang tenggelam dan berusaha tetap di permukaan. Wajahnya terangkat ke kegelapan pekat di atas, dan dari rongga matanya yang kosong, air mata darah menetes tanpa henti.“Ja … jangan …” bisik Sadewa, suaranya pecah. “Jangan masu
Last Updated : 2025-12-05 Read more