Dingin di Lantai Empat Pagoda Emas itu bukan sekadar suhu yang bisa diukur dengan termometer. Itu adalah sebuah konsep mutlak. Sebuah Hukum Alam yang dipaksakan oleh kehendak satu orang.Di bawah telapak kaki Bayangan Resi Bwana, kepala Aksara ditekan paksa mencium permukaan danau beku. Wajahnya menempel pada es bening, dan di dalam pantulan kristal itu, ia bisa melihat wajahnya sendiri. Retak, berdarah, mata melotot, dan tak berdaya."Kau berisik," ucap sosok berjubah putih itu datar.Ia tidak menginjak dengan tenaga fisik yang kasar. Ia hanya berdiri di sana. Namun, berat dari Keberadaan-nya, tekanan Spiritual yang melampaui batas manusia fana membuat seluruh tubuh Aksara lumpuh total.Qi di dalam meridian Aksara membeku, berhenti mengalir seperti sungai deras yang tiba-tiba dikutuk menjadi gletser abadi. Bahkan Naga Wiratama yang bersemayam di dalam jiwanya, yang biasanya meraung penuh kebanggaan, kini terdiam, suara
Last Updated : 2025-12-06 Read more