Jejak yang ditinggalkan Larasmaya bukanlah jejak kaki di lumpur, melainkan jejak kematian di wajah alam.Aksara terus bergerak ke selatan, semakin jauh masuk ke jantung Rawa Mayat Hidup. Di sini, matahari tidak pernah benar-benar terbit. Cahaya hanya berupa gradasi abu-abu suram yang menembus kabut tebal, menciptakan suasana senja abadi yang menyesakkan.Setiap seratus langkah, Aksara menemukan bangkai.Bukan bangkai manusia, melainkan bangkai monster rawa. Ular piton raksasa, buaya lumut, hingga katak beracun sebesar kerbau semuanya mati dengan kondisi yang seragam: tubuh mereka meleleh, daging terpisah dari tulang, dan darah mereka berubah menjadi cairan hitam yang mendesis.Larasmaya tidak bersembunyi. Dia memusnahkan apa pun yang menghalangi jalannya."Kau marah, Laras ..." bisik Aksara, menyentuh batang pohon bakau yang telah menjadi arang hanya karena tersentuh tangan gadis itu. "Kau marah pada dunia yang memaksamu menjadi seperti ini."
Last Updated : 2025-12-11 Read more