Wilayah Timur benua ini tidak memiliki musim semi. Di sini, tanahnya kering, tandus, dan berwarna abu-abu pucat. Angin yang berhembus tidak membawa aroma bunga, melainkan debu pasir yang tajam seperti serbuk kaca.Dan di tengah gurun batu yang luas itu, menjulanglah sebuah anomali geologis yang menakjubkan sekaligus mengerikan.Hutan Batu Kuno.Ribuan pilar batu raksasa, masing-masing setinggi gedung sepuluh tingkat, berdiri tegak menantang langit. Namun, yang membuat tempat ini ditakuti bukanlah ukurannya, melainkan sifatnya. Batu-batu ini melayang.Sebagian pilar itu tidak menapak tanah. Mereka tergantung beberapa jengkal di atas permukaan bumi, berputar perlahan pada porosnya, didukung oleh medan magnetik alami yang kacau. Di antara celah-celah pilar itu, udara bergetar berat. Gravitasi di sini tidak stabil, di satu titik bisa terasa ringan seperti bulu, di titik lain bisa remuk tergencet berat badan sendiri.Aksara Linggar berdiri di perbatasan
Last Updated : 2025-12-14 Read more