Pagi datang dengan cahaya lembut.Nathan sudah bangun lebih dulu, seperti biasa. Rex duduk di karpet ruang televisi menemani bocah itu menyusun lego plastik, sementara suara Anita terdengar dari dapur—panci, spatula, dan aroma tumisan yang perlahan memenuhi rumah.“Papi, ini dinosaurus mamanya,” kata Nathan sambil menyodorkan satu figur kecil.“Oh ya?” Rex tersenyum. “Yang mana ayahnya?”Nathan menunjuk T-Rex besar. “Ini.”Rex tertawa. “Wah… pantesan keliatan galak ya.”Nathan ikut tertawa.Saat itulah Rex melihatnya.Sebuah amplop putih tergeletak di meja kecil dekat sofa, sebagian tertutup tempat tissue seolah sengaja disembunyikan. Rex meraih amplop itu.Tidak dibuka.Hanya ditimbang dengan tangan.Isinya cukup tebal.“Nathan,” kata Rex pelan, “kamu main dulu ya.”Nathan mengangguk.Rex bangkit, membawa amplop itu ke meja makan. Anita sudah menata piring.“Makanan siap,” katanya ceria.Rex duduk, meletakkan amplop itu di atas meja.“Ini uang siapa?” tanyanya lan
Terakhir Diperbarui : 2026-01-26 Baca selengkapnya