Hari berjalan seperti biasa.Anita mengajar, membimbing, lalu menjemput Nathan. Sore itu mereka pulang lebih cepat. Ani sudah menyapu halaman dan menyiram tanaman. Rumah bersih. Tenang.Menjelang magrib, Rex pulang.Ia tidak langsung duduk, melepas sepatu dulu, menaruh tas, lalu menuju dapur—tempat Anita sedang memotong bawang.Tanpa berkata apa pun, Rex menggulung lengan kemeja, mengambil pisau lain, dan mulai membantu.“Capek?” tanya Anita.“Enggak,” jawab Rex. “Kalau sama kamu, enggak.”Malam itu mereka makan sederhana—sayur bening, ikan goreng, sambal buatan Anita.Nathan tertidur di sofa sambil memeluk dinosaurusnya.Setelah menidurkan Nathan di kamarnya, mereka duduk berdua di teras. Lampu kecil menyala. Udara Bandung saat itu terasa sejuk menenangkan.Rex menuang teh hangat dari teko yang baru saja diantar Ani lalu menyerahkannya pada Anita.“Kamu tahu,” kata Rex tiba-tiba, “dulu aku pikir bahagia itu sesuatu yang besar.”Anita menoleh.“Ternyata…” Rex menghela nap
Last Updated : 2026-01-22 Read more