Keesokan harinya, Leo kembali ke Sigma Heuristik. Pak Hendra menyambutnya dengan wajah dingin. "Mas Leo, tawaran saya kemarin masih berlaku. Tapi hari ini adalah kesempatan terakhir. Jika Anda menolak lagi, saya terpaksa mencari pengajar lain untuk kelas Olimpiade."Leo meletakkan sebuah map di meja Pak Hendra. "Saya tidak akan mengambil jam sore, Pak. Tapi saya punya tawaran yang lebih baik untuk Sigma Heuristik."Hendra menaikkan alisnya, sinis. "Oh ya?""Saya sudah meninjau kurikulum persiapan Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang Anda gunakan. Metodenya usang. Anak-anak itu diajarkan menghafal rumus, bukan memanipulasi logika," ujar Leo lugas. "Dalam map itu, saya sudah menyusun silabus 'Metode Heuristik Arkana'—eh, maksud saya, 'Metode L'. Jika Anda menggunakan ini, saya menjamin 80% siswa Anda akan tembus ke tingkat nasional. Sebagai imbalannya, saya tidak butuh jam lembur. Saya butuh akses ke laboratorium komputer Sigma di malam hari saat gedung ini kosong."Hendra membuka map it
Read more