Sore berikutnya cuaca cerah, tapi udara masih lembab bekas hujan kemarin. Radit dan Maya memilih bangku taman yang agak tersembunyi, dekat pohon beringin besar. Kara berlari kecil di depan mereka, tas kecil berisi camilan bergoyang di punggungnya."Papa, cepetan! Kak Mira bilang Arka suka ayunan yang tinggi," kata Kara sambil menoleh, wajahnya penuh harap.Maya menggenggam tangan Radit sebentar sebelum mereka duduk. "Tenang," bisiknya. "Kita lihat dulu."Tak lama kemudian, Alya muncul dari arah parkiran. Ia memegang tangan seorang bocah laki-laki kecil yang berjalan agak malu-malu. Rambut Arka agak acak-acakan, matanya besar dan cokelat muda, mirip sekali dengan Radit saat kecil, meski hidungnya lebih mirip Alya.Kara langsung berhenti di depan ayunan. Ia menatap Arka dengan kepala miring. "Kamu Arka?"Arka mengangguk pelan, tangannya masih memegang baju ibunya. "Iya... Kakak Kara?"Nama itu keluar pelan, tapi cukup untuk membuat Kara tersenyum lebar. "Iya! Ayo main ayunan bareng!"Ra
Last Updated : 2026-04-24 Read more