“Ya Tuhan, Bu Riski bikin kaget saja. Aku kira siapa!” ucapku, aku sampai mengusap dada. “Iya, nih. Bu Riski ngapain, sih diam di situ, bikin jantungan aja?” tanya Gita. Bahkan Gita pun terlihat terkejut, sama sepertiku. “Maaf-maaf, saya bikin kaget kalian. Saya habis telponan sambil jalan-jalan kecil, eh malah nyaman di sini,” jelas Bu Riski. “Oh gitu ya, Bu? Kalau gitu kami pergi dulu, ya!” Buru-buru aku dan Gita menaiki angkutan kota. Tak berselang lama Gita meminta sopir untuk berhenti di depan sebuah cafe kecil. Tidak ramai, hanya ada beberapa orang pengunjung. “Di sini?” tanyaku. “Iya, Rin, waktu itu aku tidak sengaja ketemu dengan Vano di sini. Kami kenalan, lanjut tukeran nomor ponsel. Dari situ, kami semakin dekat lalu kami memutuskan untuk menjalin hubungan,” jelas Gita. Aku mengangguk kecil, kuedarkan pandanganku menyapu sekitar. “Kamu yakin, dia bakalan datang ke sini?” tanyaku. “Em … yakin nggak yakin, sih. Tapi kita coba tunggu saja, atau kalau masih t
Terakhir Diperbarui : 2026-02-04 Baca selengkapnya