Tidak-tidak, pasti ada yang salah. Aku terlebih dulu masuk, kuhirup dengan dalam udara di kamar ini. Namun, bau amis dan bangkai yang sempat kucium tadi, sama sekali tidak ada.“Mana, Mbak? Katanya bau bangkai. Di sebelah mana baunya?” tanya Bi Saroh.Aku bergeming, tidak habis pikir. Kenapa bau ini begitu cepat menghilang?“Di … di sini, Bi. Tadi saat aku masuk, bau itu langsung menyeruk ke hidung. Aku sampai mual dibuatnya. Tapi … tapi sekarang tidak ada. Aku … tidak paham, kenapa secepat itu menghilang?” sahutku.Mama berjalan, mencari apa yang memicu keanehan ini.“Arin, sepertinya kamu berhalusinasi akibat kecapekan. Perbanyak istirahat, jangan terlalu banyak pikiran,” timpal Mama.Aku menggeleng pelan. Aku yakin, bahkan sangat yakin, bahwa aku tidak sedang berhalusinasi. Bau itu memang ada, aku memang menciumnya.“Tapi, Ma. Tadi memang bau sekali di sini. Tapi setelah aku tinggal ke belakang, kenapa secepat itu bau itu tidak ada? Aku rasa ada yang aneh,” imbuhku.Ingin membuang
Terakhir Diperbarui : 2026-02-16 Baca selengkapnya